September 08, 2009

Skala Richter

Seminggu belakangan, digit angka dan koma sebelum Skala Richter menjelma menjadi satuan ukur yang menakutkan. Di Jawa Barat 7,3 SR, lalu di Bengkulu 5,4 SR dan satu jam yang lalu Jogjakarta diguncang gempa 6,8 SR. Sebelumnya gempa di Alor, Nabire, Palu, dan Garut terjadi beruntai. Yang paling dahsyat tentunya yang terjadi di ujung barat Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara. Kekuatan getarnya setara dengan 36.700 kali energi bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang.

Berita cepat meluas karena beberapa kawan di Facebook seketika keluar naluri wartawannya, update status. Bercerita tentang gempa. Bermacam reaksi. Ada yang takut dan memilih untuk tidak meneruskan tidur sampai esok hari terang, ada yang benar-benar memberitakan berita, ada komentar yang lucu, ada juga yang tak sadar saat petaka mengancam, seperti aku.

Adalah Charles Francis Richter, ahli seismograf berkebangsaan AS. Beliau-lah penemu dan pengembang ukuran getaran gempa bumi. Satuan skala Richter ini berupa kalkulasi algoritma dari amplitudo horizontal yang tercatat di seismograf. Angka tersebut menjadi angka pengali untuk mengukur jumlah energi yang dilepas suatu sumber gempa.

Menurut para peneliti, kejadian gempa sebenarnya bisa diprediksi melalui metode probabilitas. Misalnya untuk masa 30 tahun ke depan, kejadian gempa mencapai 70 persen. Persoalannya, masyarakat cenderung ingin ada kepastian, kapan sebuah gempa bisa terjadi mengingat negara kepulauan seperti Indonesia sangat berpotensi gempa.

Oleh karena itu, satu-satunya cara adalah kita bersikap waspada dan siaga menghadapi bencana. Waspada dalam segala hal, termasuk kemungkinan terburuk apabila ajal menjemput.

Tuhan tidak sedang murka, kawan. Tuhan bukan pemarah. Tuhan hanya memberi kesempatan kepada kita untuk menyayangi bumi,  memberi kesempatan kepada kita untuk kembali taat pada-Nya. Tuhan akan memberikan pengampunan untuk tiap diri dengan pertobatan.

Sebutlah nama Tuhanmu, sembahlah Dia Yang Esa.

 
 Charles Francis Richter


No comments:

Post a Comment